Malang – Kebutuhan sekolah terhadap sistem digital yang terintegrasi terus meningkat seiring perkembangan teknologi pendidikan. Untuk menjawab tantangan tersebut, SIDIGS dan ZERRA menandatangani nota kesepahaman (MoU) guna mengembangkan ekosistem Smart School berbasis kecerdasan artifisial (AI), teknologi digital, dan blockchain bagi sekolah di Indonesia.
Transformasi digital kini menjadi salah satu agenda penting di sektor pendidikan. Tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, digitalisasi juga menyentuh aspek administrasi, pengelolaan data, hingga peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Melihat kebutuhan tersebut, SIDIGS dan ZERRA menjalin kerja sama strategis yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Kota Malang, Jawa Timur. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan solusi digital yang dapat membantu sekolah beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan layanan AI for School, integrasi teknologi Smart School, pelatihan guru dan tenaga kependidikan, webinar dan workshop transformasi digital, serta pendampingan implementasi di sekolah mitra.
CEO SIDIGS, Transbara Wahyu Firmansyah, mengatakan transformasi digital sekolah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar implementasinya dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Sekolah tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga pendampingan dan strategi implementasi yang tepat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membantu sekolah mengadopsi teknologi secara lebih terintegrasi sehingga mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan dan layanan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur ZERRA, Valentinus Aldo, menilai teknologi pendidikan ke depan akan semakin menekankan aspek keamanan dan integritas data.
“Kami melihat kebutuhan terhadap pengelolaan data pendidikan yang aman dan terpercaya akan terus meningkat. Blockchain memiliki potensi untuk mendukung sertifikasi digital, rekam jejak akademik, dan berbagai layanan pendidikan yang membutuhkan validitas data,” katanya.
Selain pengembangan teknologi, kedua perusahaan juga berencana menghadirkan program edukasi dan peningkatan kapasitas bagi tenaga pendidik. Langkah ini dinilai penting agar transformasi digital tidak hanya berfokus pada perangkat dan sistem, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan digital di Indonesia sekaligus membantu sekolah menghadapi perubahan teknologi yang berkembang semakin cepat. ***
Social Header