Suasana diskusi Blockchain bersama Mahasiswa Fakultas Teknik UGM
Siaranupdate.com - Suasana diskusi di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada terasa berbeda pada 7 Maret 2026. Ratusan mahasiswa berkumpul untuk mengikuti seminar bertajuk "Zero to Crypto: Blockchain sebagai Infrastruktur Sistem Keuangan Modern", sebuah ruang belajar yang mengajak generasi muda melihat teknologi dari sudut pandang yang lebih luas.
Kegiatan yang digelar oleh Mobee ini berkolaborasi dengan UGM Blockchain Club dan CryptoIndo Jogja. Fokus utamanya bukan lagi sekadar membahas kripto sebagai instrumen investasi, tetapi bagaimana blockchain mulai berkembang menjadi fondasi infrastruktur keuangan masa depan.
Dalam forum tersebut, peserta diajak memahami konsep dasar seperti distributed ledger, mekanisme konsensus, hingga smart contract yang kini mulai diadopsi dalam sistem keuangan modern. Diskusi pun berkembang ke arah bagaimana teknologi ini dapat terintegrasi dalam arsitektur keuangan nasional.
Febi Mettasari menjelaskan bahwa penggunaan blockchain saat ini tidak lagi terbatas pada aset kripto, tetapi juga merambah ke stablecoin dan Real-World Assets (RWA). Sementara itu, Fayza Nur M menyoroti pentingnya regulasi dalam menjaga stabilitas ekosistem aset digital di Indonesia.
Dari sisi kepatuhan, Rifta Titania menekankan bahwa transparansi serta penerapan KYC/AML menjadi kunci agar teknologi ini dapat dipercaya publik. Menurutnya, kepercayaan adalah fondasi utama jika blockchain ingin berkembang sebagai bagian dari sistem keuangan yang lebih luas.
Tak hanya itu, mahasiswa juga diajak melihat peluang peran mereka di masa depan. Dalam sesi diskusi, Febi menekankan pentingnya memahami desain sistem blockchain agar talenta lokal tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi pengembang teknologi.
Hal serupa disampaikan oleh Noor Akhmad Setiawan yang menyebut kegiatan ini sebagai upaya membuka perspektif mahasiswa terhadap teknologi strategis.
"Mahasiswa perlu melihat blockchain bukan sekadar tren, tetapi sebagai fondasi penting bagi sistem keuangan masa depan," ujarnya.
Dari sisi kebijakan, diskusi juga menyoroti peluang Indonesia dalam mengembangkan ekosistem blockchain yang tetap selaras dengan regulasi dan perlindungan konsumen. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi ini dinilai mampu menjadi inovasi yang mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.
Melalui kegiatan ini, Mobee berupaya menjadi jembatan antara sistem keuangan tradisional dan ekosistem digital yang lebih transparan. Bagi para mahasiswa, seminar ini bukan hanya ruang diskusi, tetapi juga titik awal untuk memahami peran mereka dalam membangun masa depan teknologi keuangan.
Social Header